DKI Jakarta menampung sekitar 1,34 juta unit usaha — terbesar kedua di Indonesia setelah Jawa Barat — dan 97 perusahaan fintech lending berizin OJK per akhir 2024. Di kota yang ritmenya begini cepat, hambatan terbesar bukan ide, tapi operasional yang tidak bisa mengikuti pertumbuhan: balasan nasabah yang menumpuk, dokumen kredit dan kepatuhan yang disusun manual, dan tim yang habis waktu untuk kerja berulang.
Data nasabah, riwayat transaksi, dan dokumen kredit tidak bisa dikirim ke layanan AI publik seenaknya — UU No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi mengikat, dan audit internal fintech yang berizin OJK lebih ketat lagi. Sistem kami dirancang berjalan di infrastruktur Anda: on-premise, VPC privat, atau air-gapped.
Banyak klien Jakarta punya tim pusat kecil yang mengurus banyak unit. AI mengambil alih penataan dokumen, ringkasan laporan, dan penyaringan permintaan berulang agar tim pusat fokus pada keputusan, bukan penjilidan data.
Downloader.asia, JadwalKapal.id, dan Ceknik.id berjalan 24 jam dengan pipeline otomatis, caching, dan ribuan halaman terindeks — pola kerja yang sama kami terapkan untuk sistem internal perusahaan di Jakarta.
Remote lewat Zoom atau Google Meet sebagai default. Untuk perusahaan di Jakarta, kunjungan onsite bisa dijadwalkan dengan biaya perjalanan terpisah yang disepakati sebelum pelaksanaan.
Dokumen kredit, kontrak, laporan kepatuhan, dan arsip nasabah ditanya pakai bahasa sehari-hari — tanpa dikirim ke layanan publik.
Berkas masuk dikelompokkan, kelengkapan dokumen diperiksa, dan yang tidak standar diteruskan ke petugas — bukan dibalas manual satu per satu.
Menjawab pertanyaan berulang (syarat produk, status pengajuan, kebijakan) 24 jam, meneruskan yang kompleks ke tim.
Angka dari beberapa sumber dirapatkan jadi ringkasan berkala yang siap dibaca direksi — tanpa copy-paste antarspreadsheet.
Sesi hands-on agar staf operasional dan kompliance memakai AI harian dengan aman dan sesuai kebijakan internal.
Catatan untuk kunjungan onsite: Kami berbasis di Yogyakarta. Untuk wilayah DIY (Yogyakarta, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul) kunjungan onsite tidak dikenakan biaya perjalanan. Untuk wilayah di luar DIY — termasuk Jakarta, Bandung, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, Semarang, Bekasi, Karawang, Malang, Depok, Bogor, Tangerang, Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Cilegon, dan Batam — biaya transportasi dan akomodasi untuk kunjungan onsite ditanggung oleh pihak yang mengundang. Remote lewat Zoom atau Google Meet tetap tersedia sebagai default tanpa biaya tambahan.
Ceritakan kendala operasional Anda. Kami balas dengan arah yang jelas — bukan sales pitch.
Diskusi via WhatsAppSistem dirancang agar data nasabah tidak meninggalkan infrastruktur yang Anda kendalikan, dengan audit log akses dan pembatasan per divisi. Kami sampaikan sejak awal apa yang bisa dan tidak bisa dilakukan terhadap kepatuhan OJK — keputusan akhir tetaplah tim compliance Anda.
Bisa. Remote sebagai default, dan kunjungan onsite untuk perusahaan di Jakarta bisa dijadwalkan dengan biaya perjalanan serta akomodasi terpisah yang disepakati sebelum pelaksanaan.
Bisa. Sistem katalog multi-channel dan balas chat otomatis sudah dipakai pola serupa untuk platform retail yang kami operasikan sendiri — mulai dari yang paling menguras waktu tim Anda dulu.
Ya. Pekerjaan private AI berjalan on-premise di server Anda, di VPC privat, maupun air-gapped. Tidak ada data yang dikirim ke layanan pihak ketiga untuk diproses.
Use case tunggal seperti chatbot internal umumnya berjalan dalam hitungan minggu; sistem multi-sumber lebih lama. Estimasi tertulis diberikan di proposal, sebelum pekerjaan dimulai.
Ya. AI Class privat Rp250.000 per jam atau in-house perusahaan Rp2.000.000 per hari, materi disesuaikan peran peserta — staf operasional, kompliance, dan manajemen punya sesi berbeda.